HAKIKAT LAILAAHA ILLALLAH

Beberapa malam yang lalu saya silaturahmi ke rumah Guru saya di Ponpes Albashori Magetan. Dalam silaturahim itu saya mendapat tambahan ilmu tentang hakikat kalimat tauhid. Beliau menceritakan bagaimana amalan kalimat ini diijazahkan kepada para sahabt yang kemudian menjelma dan diajarkan serta diamalkan oleh sebagian umat Islam yang yang tergabung dalam Tariqoh Sathariyah. Dalam Penjelasannya guru saya menyampaikan bahwa Rosululloh mengijazahkan bacaan kalimat Laailaahaillallah untuk diamalkan oleh sahabat Abu Bakar Ashidiq. Kepada Sahabat Umar Rosululloh mengijazahkan kalimat ILLALLAH. Kepada sahabat Utsman Nabi SAW mengijazahkan kalimat ALLAH dan kepada sahabat Ali Karomallohu wajhah diijazahi kalimat HUWA, dlamir dari lafadz Allah dimana huwa itu kembali kepada dzat Allah.

Inilah asal usul kenapa ada sebagian umat Islam jika berdzikir tidak cuma kalimat tahlil. Tapi kalimat tersebut dipreteli sampai dzikir HUWA. Bagi orang yang tidak tahu biasanya mereka menganggap amalan ini membngungkan. wong dzikir kok dipecah2.

Mungkin orang yang tidak tahu juga bertanya-tanya kenapa kalau membaca kalimat tahlil kok harus menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri. ternya gerakan kepala itu mengikuti kalimat tauhid itu sendiri. Di awali dari pundak kiri ke pundak kanan dan diakhiri di dada sebelah kiri menunjukkah bahwa Allah bersemayam di hati manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s