BERGEMBIRA ATAS TAAT KARENA KARUNIA ALLAH

 

Menjadi hamba yang taat adalah impian semua orang mukmin. Hatinya selalu condong untuk selalu taat beribadah kepada Allah. Menjalankan semua perintahnya dan menjauhi larangannya. Tidak bermaksiat dan hatinya tak pernah luput dari mengingat Allah.

Sebagian umat Islam yang sudah menjalankan amal perbuatan yang soleh tentunya memiliki nilai tersendiri baik dihadapan Allah maupun dihadapan makhluk Alloh. Orang lain melihat sholat lima waktunya tak pernah ketinggalan untuk jamaah, sholat sunnahnya tak pernah lupa, pergaulannya dengan masyarakat juga baik sehingga membuat orang yang melihatnya menjadi terkesima dengannya. merasa iri karena tidak bisa melaksanakan amal ibadah ketaatan dengan baik karena masih disibukkan dengan urusan duniawinya.

Namun dibalik itu semua, ada sisi kerawanan bagi orang yang telah melaksanakan amal ibadah dengan baik. Rawan akan munculnya rasa ujub, berbangga diri karena dirinya lebih daripada yang lain. Lebih karena ia bisa menjalankan perintah Allah daripada temannya. Jika ketaatannya justru membuat orang tersebut justru membuat dirinya menjadi oarang yang sombong karena ketaatannya kepada Allah maka sebenarnya sia-sia saja semua amal ibadah yang telah ia kerjakan selama ini. Walaupun kesombongannya itu tidak dilakukan secara terang-terangan melainkan dilakukan secara sirri (tersembunyi) di dalam hatinya.

Karena pada hakikatnya seseorang bisa menjalankan ibadah dengan baik dan mampu melaksanakan ketaatan kepada Rabbnya tidak lain hanyalah karena karunia dan taufiq Allah kepada dirinya agar ia bisa menjalankan ibadah kepadanya. Apabila Allah berkehendak untuk memberinya petunjuk maka ia bisa menjadi mukmin sejati, menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangannya. Namun jika Allah berkehendak tidak memberinya petunjuk kejalan kebaikan, maka ia tidak akan mampu untuk melaksanakan ibadah amal perbuatan taat. Sekalipun orang lain menasihatinya sampai tidak punya ide lagi untuk membujuknya beribadah.

لاَ تُفْـرِكَ الطَّاعَلةُ لأَِنَّهَا بَرَزَتْ مِنْكَ, وَافْرَحْ بِهَا لأَنَّهَا بَرَزَتْ مِنَ اللهِ إِلَيْكَ, قُلْ È@ôÒxÿÎ/ «!$# ¾ÏmÏFuH÷qtÎ/ur y7Ï9ºx‹Î7sù (#qãmtøÿu‹ù=sù uqèd ׎öyz $£JÏiB tbqãèyJøgs† ÇÎÑÈ

Jangan merasa gembira atas perbuatan taat (bakti) karena engkau merasa telah melaksanakannya, tetapi bergembiralah atas perbuatan taat itu, karena ia sebagai karunia taufiq, hidayta dari Allah kepadamu.

Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan“. (QS. Yunus: 58).

Gembira atas perbutan taat itu jika karena merasa mendapat kehormatan karunia dan rahmat dari Allah sehingga dapat melakukan taat, maka itu baik. Sebaliknya gembira karena merasa diri sudah kuat dan sanggup taat, maka ini menimbulkan ujub/sombong dan bangga yang akan membinasakan amal taat itu.

قَطَعَ السَّائِرِيْنَ لَهُ وَالْوَاصِلِيْنَ إِلَيْهِ عَنْ رُؤْيَةِ أَعْمَالِهِمْ وَشُهُوْدِ أَحْوَالِهِمْ. أَمَّا السَّائِرُوْنَ فَلِأَنَّهُمْ لَمْ يَتَحَقَّقُوا الصِدْقَ مَعَ اللهِ فِيْهَا, وَأَمَّا الْوَاصِلُوْنَ فَلِأَنَّهُ غَيَّبَهُمْ بِشُهُوْدِ عَنْهَا.

Allah telah memutuskan orang-orang yang berjalan menuju kepada-Nya, dan yang telah sampai kepada-Nya, daripada melihat/mengagumi amal (ibadah) dan keadaan diri mereka. Adapun orang yang masih berjalan, karena meraka dalam amal perbuatan ibadah itu belum dapat melaksanakan dengan ikhlas menurut apa  yang diperintahkan. Adapun orang-orang yang telah sampai, maka karena mereka telah sibuk melihat Allah, sehingga lupa pada amal perbuatan sendiri.

Sehingga bila ada perbuatan diri, maka itu hanya karunia taufiq dari Allah semata-mata. Tanda bahwa Allah telah memberi taufiq hidayat pada seorang hamba, apabila disibukkan hamba itu dengan amal perbuatan taat, tetapi diputuskan daripada ujub dan bangga dengan amal perbutan itu, karena merasa belum tepat mengerjakannya, atau kerena merasa perbuatan itu semata-mata karunia Allah sedang ia sendiri marasa tiada berdaya untuk melaksanakan, andaikan tiada kurnia rahmat Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s