Perbandingan pemikiran pendidikan

  1. A.    Tujuan pendidikan:
    1. Ibnu Khaldun: peningkatan kecerdasan dan kemampuan berpikir, peningkatan segi kemasyarakatan manusia, peningkatan segi kerohanian manusia. Sehingga diharapkan pendidikan Islam mampu menciptakan manusia yang siap menghadapi berbagai fenomena so`sial yang ada disekitarnya.
    2. Muhammad abduh: pendidikan haruslah mampu mengantarkan siswa sesuai apa profesi yang mau dijalani. Jadi murid memasuki sesuai keinginannya
    3. Zakariyah darajat: Tujuan umum pendidikan Islam yaitu peningkatan ketaqwaan kepada tuhan yang Maha Esa, sebagaimana yang dimaksud dalam GBHN. Membina manusia agar menjadi hamba Allah yang Shaleh dengan seluruh aspek kehidupannya., perbuatan, pikiran dan perasaannya.
  2. B.     Kurikulum:
    1. Ibnu khaldun: kurikulum sebagai alat bantu pemahaman (ilmu bahasa, ilmu nahwu, balagah dan syair). Kedua, kurikulum sekunder yaitu matakuliah untuk mendukung memahami Islam (seperti logika, fisika, metafisika, dan matematika). Ketiga kurikulum primer yaitu inti ajaran Islam (ilmu Fiqh, Hadist, Tafsir, dan sebagainya).
    2. Muhammad abduh:

Tingkat dasar: Kurikulumnya meliputi:

  1. Buku ikhtisar doktrin Islam berdasarkan ajaran Islam sunni tanpa menyebut perbedaan sektarian.
  2. Buku dasar etika dan moral dan yang menunjukkan antara benar dan salah
  3. Sejarah nabi, sahabat, dan sebab-sebab kejayaan Islam
  4. Membaca, menulis, berhitung, prinsip-prinsip bahasa Arab atau kaidah-kaidah bahasa Arab, pelajaran agama (akidah, fiqih), pelajaran Akhlak

Tingkat menengah: Sekolah ini harus bagi mereka yang ingin belajar syariat, militer, kedokteran, atau ingin bekerja di pemerintahan. Kurikulum:

  1. Buku pengantar pengetahuan, seni logika, prinsip penalaran dan protokol bedebat
  2. Teks tentang doktrin yang menyampaikan soal-soal seperti dalil rasional, menentukan posisi tengah dalam upaya menghindari konflik, pendalaman terhadap perbedaan islam dan kristen, keefektifan doktrin islam dalam memnentuk kehidupan di dunia dan akhirat
  3. Teks tentang benar dan salah, penggunaan nalar dan prinsip-prinsip doktrin
  4. Sejarah penaklukan dan penyebaran Islam
  5. Semua kurikulum sekolah dasar dan pengembangannya

Tingkat atas: Yaitu sekolah bagi calon guru dan kepala sekolah. Kurikulumnya meliputi:

  1. Tafsir al-qur’an
  2. Balaghah dan bahasa arab
  3. Ilmu hadits
  4. Studi moralitas
  5. Prinsip-prinsip fiqih
  6. Historiografi
  7. Seni bicara dan meyakinkan
  8. Teologi dan pemahaman doktrin secara rasional
    1. Zakariyah: Materi pendidikan Islam itu meliputi:
      1. Pengajaran keimanan
      2. Pengajaran akhlak
      3. Pengajaran Ibadat
      4. Pengajaran Fiqih
      5. Pengajaran Ushul Fiqih
      6. Pengajarat Qiroat Qur’an
      7. Pengajaran Tafsir
      8. Pengajaran Ilmu Tafsir
      9. Pengajaran Hadits
      10. Pengajaran Ilmu Hadits
      11. Pengajaran Tarikh Islam
  9. C.    Pendidik:

Ibnu khaldun: haruslah orang yang berpengetahuan luas, dan mempunyai kepribadian yang baik. Karena pendidik selain sebagai pengajar di dalam kelas, pendidik juga harus bisa menjadi contoh atau suri tauladan bagi peserta didiknya.

Muhammad abduh:

—  dapat mengetahui dan mempertimbangkan apakah anak didiknya mampu memahami materi pelajaran dengan memakai metode tertentu dan apakah anak didik telah siap secara psikologis menerimanya (materi – pelajaran). Guru ketika ingin mengajar harus memposisikannya sebagai anak didik, kemudian naik sedikit demi sedikit sampai pada derajat setinggi mungkin

—  Guru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tapi juga spiritual dan akhlak

—  Profesi guru meliputi mendidik, mengajar, dan melatih.

—  Muhammad Abduh menghendaki guru yang professional, tahu akan ilmu pendidikan, ilmu psikologi, dan sebagainya

—  Guru yang professional menurutnya, setidaknya memiliki kompetensi berikut ini; Prilaku yang baik , pengetahuan luas , menguasai materi.

—  Seorang pendidik harus berakhlak mulia

Zakariyah darajat:

  1. Fungsi sentral guru adalah mendidik (fungsi educational)yang juga sejalan dengan atau dalam melakukan kegiatan mengajar (fungsi instruktusional) yaitu untuk membina seluruh kemampuan dan sikap yang baik dari murid sesuai dengan ajaran Islam.
  2.  Pendidik dalam menjalani tugasnya harus mempunyai beberapa kompetensi: Kompetensi keperibadian, kompetensi penguasaan bahan ajar, dan kompetensi dalam cara mengajar.
  1. D.    Peserta didik:
  2. Ibnu khaldun: bahwa peserta didik merupakan orang yang belum dewasa dan memiliki potensi. Maka dari itu peserta didik membutuhkan bimbingan orang dewasa untuk mengembangkan potensi ke arah yang lebih baik.
  3. Muhammad abduh: Manusia dalam hal ini anak didik dilahirkan dengan memliki potensi-potensi. Dalam kata lain, manusia lahir ke dunia ini tidak seperti kertas kosong sebagaimana dalam teori tabularasa. Di antara potensi-potensi lahiriyah (bawaan) manusia, khususnya potensi aqliyahnya tidak berkembang begitu saja tanpa ada proses pendidikan. Artinya, potensi aqliyah, tidak berfungsi sempurna tanpa adanya proses pendidikan. Oleh sebab itu, pendidikan adalah sarana untuk mengembangkan potensi aqliyah manusia itu. Pada tahap ini, Muhammad Abduh dekat pada aliran konvergensi daripada aliran nativesme dan empirisme.
  4. Zakariyah darajat:
    1. Peserta didik tingkat Taman kanak-kanak: hanya berpikir terkait dengan apa yang dapat jangkau oleh pancainderanya (Inderawi).
    2. Peserta didik tingkat Sekolah Dasar: telah mapu memahami hal yang abstrak. Dan pemikiran yang logis baru berkembang.
    3. Pserta didik tingkat SLTP: kecerdasannya mengalami perkembangan yang hampir selesai. Tidak mau menerima lagi sesuatu ya g tidak masuk akal.
    4. Peserta didik tingkat SLTA: terjadi perkembangan prbadi dan sosial, ada rasa ingin diakui oleh teman sebayanya.
    5. Peserta didik tingkat Peruruan Tinggi: pembinaan keperibadian , sosial, ideologi dan agama.

 

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan dari ketiga tokoh pada dasarnya sama. Hanya saja pada tujuan Muhammad Abduh, lebih terlihat bahwa pendidikan harus mampu mengantarkan peserta didik agar mampu meraih cita-cita yang ingin dicapai oleh paserta didik.

Dalam hal kurikulum yang ditawarkan oleh ketiga tokoh sangat terlihat sekali perbedaannya. Jika Ibnu khaldun menawarkan kurikulum secara umum dimana kurikulum dibagi menjadi tiga kategori. Sedangkan Muhammad Abduh lebih sistematis dalam menawarkan kurikulum, yaitu pembagian kurikulum sudah dibagi berdasarkan jenjang pendidikan yang ditempuh oleh siswa. Hal ini disebabkan karena perbedaan zaman. Jika masa Ibnu Khaldun pendidikan masih bersifat klasik sedangkan pada masa Abduh paradigma pendidikan modern sedang berkembang. Sedangkan Zakariyah Darajat lebih menekankan kurikulum pendidikan agama islam. Itupun masih bersifat universal, karena belum dibagi berdasarkan jenjang pendidikan.

Mengenai konsep pendidik, ketiga tokoh tidak ada perbedaan. Karena ketiganya menginnginkan pendidik yang kompeten dalam berbagai hal. Tidak hanya itu pendidik bukan hanya mengajar di kelas tetapi juga memberikan pendidikan moral. Lebih jelas lagi Abduh menginginkan pendidik yang profesional.

Konsep peserta didik ketiga tokoh ada perbedaan pada pemikiran Zakariyah. Jika menurut Ibnu Khaldun dan Abduh memiliki konsep yang sama mengenai peserta didik. Yaitu siswa merupakan manusia yang fitrah dengan memiliki potensi dan memerlukan bimbingan (pendidikan) dalam mengembangkan potensinya (konvergensi). Sedangkan Zakariyah membagi peserta didik menurut jenjang pendidikan. Dia mengelompokkan pendidik berdasarkan perkembangan kognitif yang ada dalam diri siswa (seperti teori kognitif Jean Piaget).

Berdasarkan uraian diatas, Ibnu khaldun lebih memiliki kerangka berfikir filosofis-logika. Sedangkan Muhammad Abduh lebih bersifat rasionalis-relistis dan menyarankan integrasi ilmu pengetahuan umum dengan agama. Dan Zakariyah Darajat lebih menekankan pada pendidikan agama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s