BERSYUKUR DAPAT MMEPERTAHANKAN NIKMAT

 

مَنْ لَمْ يُقْبِلْ عَلَى اللهِ بِمُلاَطَفَاتِ الإِحْسَانِ قُيِّدَ إِلَيْهِ بِسَلاَسَلِ الاِمْتِحَانِ.

Siapa yang tidak suka mendekat (menghadap) kepada Allah dengan halusnya pemberian kurnia Allah, maka akan diseret supaya ingat kepada Allah dengan rantai ujian (bala’).

Siapa yang tidak suka sadar dzikir kepada Allah ketika sehat afiat dan murah rizqi, maka akan dipaksa supaya dzikir ingat kepada Allah dengan tibanya bala’ bencana. Maka dalam kedua hal itu Allah berkenan akan menuangkan nikmat kurnia yang sebesar-besarnya kepada hamba-Nya.

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ النِّعَمَ فَقَدْ تَعَرَّضَ لِزَوَالِهَا, وَمَنْ شَكَرَهَا فَقَدْ قَيَّدَهَا بِعِقَالِهَا.

Siapa yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan, maka berarti berusaha untuk hilangnya nikmat itu, dan siapa yang syukur atas nikmat berarti telah mengikat nikmat itu dengan ikatan yang kukuh.

Firman Allah:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَ نَّكُمْ.

Bila kamu bersukur pasti kami akan menambah nikmat bagimu.

Firman Allah:

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ.

Tiada terjadi suatu nikmat bagimu melainkan itu dari Allah (maka itu dari Allah).

Firman Allah:

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبَّكَ فَحَدِّثْ.

Adapun terhadap nikmat pemberian Tuhanmu, maka pergunakan (ceritakan/sebarkan).

An-Nu’maan bin Basyir ra. berkata: Bersabda Nabi saw: Siapa yang tidak mensyukuri nikmat yang sedikit, maka tidak akan bisa mensyukurni nikmat yang banyak, dan siapa yang tidak berterimakasih kepada sesama manusia berarti tidak bersyukur kepada Allah.

Syukur ialah merasa dalam hati, dan menyebut dalam lidah, dan mengerjakan dengan anggota badan.

Al-Junaid berkata: Ketika saya baru berusia 7 tahun hadir dalam majlis Assariyussaqathi, tiba-tiba saya ditanya: Apa arti syukur? Jawabku: Syukur ialah tidak menggunakan suatu nikmat yang diberi Allah untuk perbuatan maksiat. Assary berkata: Saya kuatir kalau bagianmu dari karunia Allah hanya dalam lidahmu belaka. Berkata al-Junaid: Maka karena kalimat yang dikeluarkan oleh Assary itu saya selalu menangis, kuatir kalau benar apa yang dikatakan oleh Assary itu.

خَفْ مِنْ وُجُوْدِ إِحْسَانِهِ إِلَيْكَ وَدَوَامِ إَسَاءَتِكَ مَعَهُ أَنْ يَكُوْنَ ذَلِكَ اسْتِدْرَاجًا لَكَ سَنَسْتَدْ رِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لا يَعْلَمُوْنَ.

Sebaikanya kamu marasa takut jika kau selalu mendapat karunia Allah, sebaliknya kau selalu tatap dalam perbuatan maksiat kepada-Nya jangan sampai karunia itu semata-mata istidraj (dilulu) olej Allah.

سَنَسْتَدْ رِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لا يَعْلَمُوْنَ.

Akan aku lulu (putar) mereka itu dengan jalan yang mereka tidak mengetahui (tidak sadar).kemudian dibinasakan, juga berarti memperdaya.

فلما ما ذكروا به فتحنا عليهم أبواب كل شيء حتى  فرحوا بما أتوا أخذناهم بغتة فإذا هم مبلسون الأنعم

 

من جهل المريد أن يسيء الأدب فتؤخر العقوبة عنه فيقول: لوكان هذا سوء أدب لقطع الأمداد ت

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s